Friday, November 7, 2025

berita terkini:tragedi di jember

 Tragedi di Jember: Anak Kandung Tega Bunuh Ibu Pakai Alat Vulkanisir



Sumber foto:PusiknasBareskrimPorli



Warga Dusun Kertonegoro Selatan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, digemparkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (4 November 2025).
Seorang anak kandung bernama Imam Ghozali (37) tega menganiaya dan membunuh ibunya sendiri, Susiyanti (62), menggunakan alat besi vulkanisir ban. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung menarik perhatian masyarakat.


---

Kronologi Pembunuhan Ibu di Jember


Menurut keterangan Kapolsek Jenggawah AKP Eko Basuki Teguh, kejadian bermula saat korban mengantarkan makanan ke rumah anaknya yang berada di sebelah rumahnya. Setelah itu, korban menanyakan alasan pelaku tidak hadir dalam acara tahlilan di rumah korban, yang diadakan untuk memperingati meninggalnya ayah pelaku.

Pelaku hanya diam tanpa menjawab, hingga akhirnya korban memarahi anaknya. Tak terima dimarahi pelaku, tiba-tiba mengamuk dan memukul korban dengan tangan kosong.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mengambil besi vulkanisir dan memukulkannya ke kepala ibu hingga korban bersimbah darah.

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera datang untuk menolong, namun sayangnya nyawa korban sudah tidak tertolong. Setelah memastikan kondisi korban, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.


---

Penyelidikan dan Tindakan Polisi


Pihak kepolisian Polsek Jenggawah langsung datang ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku Imam Ghozali. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya gangguan psikologis atau masalah keluarga yang belum terselesaikan.

Kapolsek Jenggawah menegaskan bahwa tindakan pelaku termasuk dalam tindak pidana pembunuhan berencana atau pelanggaran berat yang mengakibatkan kematian.

Pelajaran dari Tragedi Keluarga di Jember


Kejadian tragis ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya mengendalikan emosi dan menjaga komunikasi dalam keluarga. Permasalahan kecil yang tidak terselesaikan dengan baik bisa berakhir pada tragedi yang menghilangkan nyawa.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga agar dapat segera memberikan bantuan atau laporan sebelum hal fatal terjadi.

Sumber berita:Tribunnews.com

7 Parfum Tahan Lama

" 7 Parfum Tahan Lama yang Wajib Dicoba!! " Parfum bukan hanya soal wangi, tapi juga ketahanan aromanya. Parfum yang tahan lama da...